MENJADI PEMIMPIN YANG EFEKTIF

Berbagai bentuk aktivitas dalam kehidupan manusia sangat ditentukan berbagai aspek, salah satu aspek yang sangat besar pengaruhnya terhadap usaha pencapaian keberhasilan tujuan adalah aspek kepemimpinan. Dalam kehidupan sehari-hari kita senantiasa mengalami dan merasakan adanya  praktek kepemimpinan dalam berbagai bentuk, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di suatu saat kita berada pada pihak yang dipimpin dan di saat yang lain kita pun dapat menjadi pimpinan.

            Di dalam tubuh TNI-AD proses kepemimpinan sudah berlangsung sejalan dengan perkembangan organisasi, akan tetapi kepemimpinan senantiassa selalu menjadi topik kajian yang hangat, hal itu mencerminkan bahwa kualitas dan efektifitas kepemimpinan dari waktu ke waktu dituntut untuk selalu ditingkatkan agar tidak terjadi penurunan. Perwira sebagai unsur pimpinan pada organisasi TNI AD merupakan kunci keberhasilan dalam melaksanakan suatu tugas kemiliteran, hal ini disebabkan karena keputusan yang diambil oleh seorang Perwiralah mem berhasil atau tidaknya tugas yangharus dilaksanakan.

            Dewasa ini kita tengah memasuki era globalisasi yaitu era saling ketergantungan, yang ditandai dengan semakin canggihnya sarana komunikasi dan interaksi serta perkembangan pesat di bidang tehnologi dan informasi, perubahan dan dinamika tersebut telah membawa berbagai implikasi terhadap berbagai bidang kehidupan termasuk tuntutan dan perkembangan komunikasi dan interaksi sosial dalam suatu proses kepemimpinan. Oleh sebab itu setiap perwira dipersyaratkan untuk memiliki kualitas dan kondisi kepemimpinan yang mampu menciptakan suatu kebersamaan dan kolektivitas yang lebih dinamis sehingga seorang Perwira sebagai pemimpin harus memiliki kualitas kepribadian yang mampu membangkitkan kekuatan emosional maupun rasional kepada anak buahnya didasari sifat-sifat adil, jujur dan berwibawa. Kualitas pribadi yang kuat terbentuk akan tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak akan menemui kesulitan dlam berinteraksi dengan keluarga, lingkungan sekitarnya maupun, hal ini karena didasari oleh sikap jujur dan tulus yang diberikan oleh seorang pemimpin akan membuat yang dipimpin bersikap terbuka kepada pimpinannya, sikap ini akan menimbulkan sikap saling percaya dari kedua belah pihak yang merupakan suatu batu loncatan untuk memulai suatu langkah dalam meraih tujuan secara bersama-sama, Raplh Waldo Emerson berkata bahwa, “percayalah kepada orng lain dan merka akan tulus kepada anda, perlakukanlah merka seperti orang besar da mereka akan memperlihatkan dirinya sebagai orang besar,”

            Kepemimpinan adalah sebuah pengaruh yang berangkat dari sebuah kepercayaan yang terbentuk dari sifat pengasih dan penyayang yang terdapat dalam setiap pribadi untuk dapat dicapai kualitas pribadi tersebut maka hal yang mendasar adalah dengan melakukan pembinaan moral dan etika karena moral adalah suatu bentuk kepribadian yang dipunyai setiap individu berhubungan dengan perbuatan baik atau buruk yang sangat berpengaruh terhadap suatu kepemimpinan, sedangkan, etika adalah norma dan nilai yang dijadikan pedoman dalam proses interaksi manusia dalam bermasyarakat sebagai makhluk sosial. Dengan demikian untuk dapat membentuk suatu kepemimpinan yang handal dilingkungan TNI AD diperlukan suatu kepemimpinan perwira TNI AD yang efektif di dalam melaksanakan tugas.

Pemimpin, Premanisme  dan Kesombongan.

            Kepemimpinan sebagai suatu keahlian seseorang untuk menggerakan orang lain agar mau melakukan sesuatu sesuai kehendaknya. Seorang pemimpin dapat membuat anak buahnya melakukan apa saja sesuai kehendaknya dengan mengancam akan memecatnya, tetapi cara-cara kasar seperti ini merupakan cara-cara yang sangat dibenci dan tidak sepatutnya karana gaya ini bukan tindakan kepemimpinan tapi premanisme. Seorang pemimpin lebih baik membujuk anak buahnya untuk bekerjasama, karena begitu dia berhasil dibujuk, anak buah akan tunduk tanpa sadar, jika menakut-nakutinya, anak buah hanya bertahan selama anak buah takut, setelah itu berakhir. Sangat sering terjadi, seorang pemimpin tidak mau mempelajari ilmu kepemimpinan hanya karena ia telah menjadi seorang pemimpin, terlepas dengan cara apa ia berada di situ. Seorang pemimpin tidak cukup hanya percaya dan yakin bahwa apa yang anda lakukan selama ini telah benar tanpa mencoba bertanya. Kepemimpinan bukanlah gaya bebas, seorang pemimpin tidak boleh mengatakan “inilah gaya saya, ikuti saya, masing-masing kan punya gaya sendiri-sendir.

            Menggerakan anak buah dengan ancaman tidak perlu dengan ilmu kepemimpinan adalah seni. Seorang karena ilmu kepemimpinan adalah seni. Seorang pemimpin sering mengatakan kepada anak buahnya “kamu masih mau dinas dengan baik atau ingin saya pecat?”, pertanyaan tersebut mampu menggerakan anak buah dengan seketika, cara tersebut sampai dengan saat ini masih banyak ditemukan. Selain itu saat ini pula masih terdapat sikap seseorang pemimpin yang menganggap rendah, meremehkan, gampang marah tidak mau dikritik dan memperlakukan orang lain dengan sikap “saya adalah bos” dan anda hanyalah bawahan, hal ini masih tetap ada dan dirasakan pada bawahan. Ironisnya pemimpin hanya berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang dilakukan oleh orang-orang dekatny saja, mereka tidak pernah mengetahui akar permasalahan karena selalu berada dalam kondisi asimetrik informasi dan tidak mengetahui permasalahan secara jelas dan informasi seimbang. Suksesnya saorang pemimpin besar tercatat bahwa mereka bisa menjadi begitu hebat dan mampu mengukir sejarah adalah karena kebaikan sikap dan perilakunya. Pujian yang baik bagi pemimpin adalah pujian yang datangnya dari bawahannya, adlah mudah untuk dihormati dan dihargai oleh orang yang jauh dan jarang melihat kita. Pemimpin seharusnya menjadi pahlawan bagi atasan sekaligus bawahannya masu ingin saya pecatih, bukan menjadi pahlawan bagi atasan dengan cara menyakiti dan menghianati bawahannya.

PEMIMPIN HANYALAH SEBAGIAN DARI SEBUAH TIM

            Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, tetapi setiap orang memiliki ptensi menjadi pemimpin yang baik, efektif,  bahagia dan membahagiakan orang lain. Kecenderungan manusia dibagi menjadi dua jenis yaitu pemikir dan pekerja, terkadang kita tidak bisa memilih untuk berada dimana. Tapi beranikah kita memilih pemikir lebih penting daripada pekerja, terkadang kita tidak bisa memilih untuk berada dimana. Tapi beranikah kita memilih pemikir lebih penting dari pada pekerja? Mungkin seorang bisa maju terus secara cemerlang sendirian untuk sementara, tetapi sejarah sukses mencata, kebanyakan pemimpin menjadi sukses karena didukung oleh tim yang solid. Kita tidak cukup hanya memiliki inteligensi akademis yang hebat saja, tanpa memiliki inteligansi sosial yang baik, atau kurang mempunyai kemampuan menjadi pendengar yang baik, menjaga perasaan orang lain dan siap menerima kritik. Orang yang memiliki inteligensi sosial tinggi mengakui dan menerima kesalahannya. Mereka mengetahui bagaimana caranya membina dukungan tim.

            Pemimpin yang baim sangat faham bahwa semua orang termasuk bawahan, kalau diperlakukan secara buruk, bisa menyulitkan pimpinannya. Sebuah organisasi yang mempunyai team work yang baik pada setiap levelnya, seolah-olah tidak mempunyai pemimpin, karena semua pemimpin telah menyebar pada setiap level organisasinya.

JIKA MEREKA SALAH

            Seorang pemimpin besar akan berkata “saya tidak akan menyalahkan seseorang yang membuat kesalahan, tapi saya akan minta ia memperbaikinya”. Kegagalan adalah peluang untuk memulai lagi, dengan lebih cerdas. Semua kesuksesan berawal dari berani memulai. Orang yang takut gagal tidak akan pernah memulai. Tak ada satupun orang di dunia ini yang tak pernah melakukan kesalahn. Bawahan yang baik dan potensial harus tetap di dorong, dihargai dan diberi rangsangan agar bangkit dengan lebih baik ketika ia melakukan kesalahan. Setiapa orang pasti memberi respon yang baik terhadap harapan-harapan. Jika pemimpin memperlakukan bawahannya seolah-olah mereka mampu dan pintar, mereka akan bekerja dengan lebih baik lagi. Namun demikian pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tegas, mampu memiliki jiwa pemaaf yang sangat baik, seorang pemimpin tidak akan membiarkan bawahannya yang bermoral rendah yang dengan sengaja melakukan tindakan kejahatan.

BAWAHAN ADALAH ORANG DEWASA SAMA HEBATNYA DENGAN ANDA

            Coba mulai memikirkan dengan jernih siapa orang-orang yang anda pimpin. Bukanlah mereka orang-orang yang sudah dewasa, bahkan usianya melebihi anda ? bukankah meraka juga manusia seperti anda yang punya harga diri bahkan pahlawan baagi keluarganya ? bukankah mereka juga mempunyai suatu kelebihan, hanya saja anda tak pernah mengakuinya ? setiap bawahan pasti dapat dijadikan sebagai mitra pimpinan, ia akan muncul esok hariketika organisasi dipimpin oleh orang yang lebih baik dari anda.

            Haruskah mereka yang begitu hebat dan punya harga diri ketika diluar, kemudian tiba-tiba menjadi dungu bagai anak kecil penuh ketakutan ketika berada di kantor ? haruskah mereka kehilangan percaya diri dan merasa sangat rendah ketika berada di kantor, salahkah mereka kalau kemudian bawahan tidak mampu memberikan yang terbaik bagi organisasi ? bukankah anda yang menjadikan bawahan menjadi kerdil seperti itu ?

            Pada institusi TNI yang mengawaki adalah orang-orang pilihan karena menjadi prajurit TNI melalui seleksi yang sangat ketat, jika mereka tidak produktif tentu ada yang salah dengan kepemimpinan, dan itu pasti kesalahan dan tanggung jawab para pemimpinnya. Perlakukan bawahan-bawahan sebagai individu yang perlu dihargai dan diakui keberadaannya sebagai orang penting serta jangan sekali-kali meremehkan bawahan. Tempatkan bawahan sebagai manusia terlebih dahulu dan kemudian sebagai bawahan.

MENGAPA PEMIMPIN TIDAK MELAKUKAN YANG TERBAIK ?

            Menghargai orang lain mempunyai pengaruh besar, mengapa terkadang pemimpin terperangkap ke dalam kebiasaan merendahkan bawahan ?

Seorang pemimpin dalam situasi sulit terkadang menggunakan gaya kepemimpinan yang tak wajar, apakah sikap pemimpin seperti itu efektif ? karena pemimpin tersebut kecenderungan menyalahgunakan orang secara verbal dan berusaha menuntut untuk dihargai dengan memerintah bawahan dan bertindak sewenang-wenang. Bagi seorang pemimpin adalah jauh lebih efektif meminta bawahannya untuk melihat dirinya sebagai manusia biasa. Jika pemimpin memperlakukan bawahan dengan baik, mereka tidak akan mempersoalkan kekurangan-kekurangan anda. Mereka justru akan memberikan yang terbaik dari milik mereka demi anda.

BAWAHAN MUNGKIN MENJALANI HIDUP LEBIH BAIK DARI PEMIMPIN.

            Meskipun bawahan dalam TNI lebih rendah dari anda, dalam keterbatasan itu, mereka sangat mungkin menjalani hidup lebih baik dari anda. Seringkali bawahan lebih ikhlas dalam melaksanakan tugass, berperilaku sopan, lebih mampu menahan amarah dan tidak serakah, mereka menyadari dalam kerendahan mereka harus menjalani hidup dengan benar.

            Jabatan adalah salah satu kenikmatan duniawi yang menggiurkan dan menyilaukan karena  menjanjikan kewibawaan, dan kekuasaan. Banyak orang yang berambisi untuk mendapatkannya, walau dengan berbagai cara yang tidak terpuji dan kadang merugikan orang lain. Setelah jabatan didapat dan kekuasaan ditangan, ia bebuat sewenang-wenang, tidak ada yang perlu ditakuti dan tidak ada yang berani memperingatkan. Ia menjadi angkuh, gampang marah, gampang menyiksa orang, boros dan serakah.

            Demikian sekilas tentang pemimpin yang efektif, tentunya tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan.

    Penulis,

Letnan Kolonel Kav Sugi Mulyanto

21 komentar

  1. marlis iger david silaban

    saya suka artikelnya.
    semoga tambah maju.
    god bless

  2. Bibit

    semoga bapak bisa menjadi pemimpin yang efektif, semoga sukses bapak.

  3. Andi J

    Setuju dan…tidak ada anak buah yang salah..jika anak buah salah pasti ada yang salah dengan komandannya..tidak ada anak buah yang bodoh jika dipimpin oleh atasan yang pintar dan menghargai bawahannya

  4. ivan

    mohon di tulis juga referensi nya Dan…

  5. purwito donny

    Sipp deh adik asuh. Buktikan dirimu yg terbaik, sesuai dgn arahan & nasehat saya. Salam buat Kel Besar Yonkav 5? Serbu

  6. Berita Hari Ini Berita Hari Ini

    memang untuk jadi pemimpin tidak gampang. perlu tanggung jwb yg lbh..

  7. rusli harby

    jika menjadi pemimpin nanti, lakukan yang terbaik buat bangsa dan negara ini. bangsa ini belum mardeka secara ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pengelolaan sumber daya alam. negara dan bangsa ini masih terjajah.

  8. ceta 4 yonkav 5

    amin…semoga setiap pimpinan akan selalu membawa ke arah yg lebih baik,,terus maju komandan,,semangatt

  9. semoga saja bisa menjadi pemimpin yang adi terhadap para rakyatnya

  10. rian prasetia

    artikelnya sangat bagus, menambah wawasan, dan juga ilmu sikap, terima kasih pak letkol kav sugi mulyanto ^_^

  11. dwi budiyanto tni ad

    sukses selalu yon kav,,dan jayalah selalu dalam mengawal bangsa dan negara tercinta

  12. dengar suara hati https://sites.google.com/site/karakterpemimpin/home/gaya-kepemimpinan

    pemimpin adalah kalifah ….terima kasih atas suportnya

  13. Rizky Abipratama

    semakin tinggi jabatan semakin besar tanggung jawab –

  14. rakyat biasa

    artikel bagus pak..
    tulisan bapak tegas tanpa basa basi..
    semoga sukses dalam kepemimpinan nya pak..jaya TNI

  15. Semoga dapat diterapkan oleh semua pimpinan TNI, agar TNI kita cepat maju dan kompak dalam hal yang positif.

  16. saya tidak meragukan kemampuan leadership dari orang2 Militer termasuk TNI. mereka memang ditempa mental dan fisiknya secara keras. pasti sangat mumpuni sebagai pemimpin…

Beri komentar