Lambang

Lambang Satuan

Logo Yonkav 5/Serbu

Makna dan Arti

  1. Segitiga artinya kekuatan yang dimiliki dan menjadi ciri khas Korps Kavaleri dengan peralatan kendaraan tempur lapis baja sebagai alat utama yang memiliki 3 kekuatan yaitu Daya Gerak, Daya Tembak, dan Daya Kejut.
  2. Dasar kombinasi warna merah dan kuning. Warna merah mengandung arti berani sebagai Bhayangkari Negara. Warna kuning berarti suatu kemakmuran dalam mewujudkan Negara kesatuan Republik Indonesia yang adil dan sejahtera.
  3. Lambang Satuan Yonkav 5/Serbu Dam II/Swj Kepala Gajah dan Tunggul Satuan Dwipangga Ceta dengan arti gajah putih yang mengandung arti secara luas keperkasaan yang ditampilkan oleh binatang gajah menunjukkan adanya kesiapan dan kemampuan yang besar yang dimiliki oleh Satuan Yonkav 5/Serbu dalam menghadapi setiap tugas, baik tugas operasi maupun tugas lain dari komando atas.

Latar Belakang (sejarah daerah atau cerita rakyat tentang lambang tersebut)

Bahwa binatang gajah banyak terdapat di pulau Sumatera dan pada binatang Gajah tersimpan kekuatan yang besar sehingga sesepuh Yonkav 5/Serbu menjadikan sebagai lambang satuan dengan pertimbangan binatang gajah mempunyai sifat lembut dan keras, bilamana dalam kehidupan bermasyarakat mengedepankan kelembutan dan keakraban serta dalam berperang bersikap keras dan garang dalam menghadapi musuh-musuh negara.

Tunggul Batalyon

Bentuk

  1. Tunggul
    1. Tunggul Yonkav 5/Serbu Kodam II/Sriwijaya berbentuk persegi panjang dibuat dari bahan beludru warna hijau tua dan merah, berjumbai kuning emas dari benang sutera.
    2. Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan pataka Kodam II/Sriwijaya.
    3. Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan tunggul Yonkav 5/Serbu Kodam II/Sriwijaya dengan susunan sebagai berikut :
      1. Lambang Kavaleri (Tank denganTombak dan Pedang bersilang).
      2. Angka lima Romawi di pojok kiri atas.
      3. Tulisan “ Dwipangga Ceta ”.
  2. Mahkota/tiang. Tunggul Yonkav 5/Serbu Kodam II/Sriwijaya menggunakan Mahkota/ tiang sama dengan Mahkota/ tiang Pataka Kodam II/Sriwijaya yang terdiri dari :
    1. Bintang bersudut lima.
    2. Bunga melati berkelopak 8.
    3. Genggaman tangan dengan hiasan 10 kelopak melati.
    4. Tiang dibuat dari kayu jati dipelitur coklat/sawo matang.

Ukuran Tunggul

  • Panjang : 55 Cm.
  • Lebar : 40 Cm.
  • Panjang tiang : 225 Cm.
  • Garis tengah tiang ( Ø ) : 5 Cm.

Tata Warna

  1. Tunggul
    • Dasar kain beludru tua/ hijau rumput : Hijau
    • Jumbai : Kuning emas
    • Lambang Kavaleri : Perak.
    • Angka lima Romawi di pojok kiri atas : Perak
    • Tulisan “ Dwipangga Ceta ” : Perak.
  2. Mahkota Tiang
    • Mahkota (Kepala tiang) dibuat dari logam kuningan emas.
    • Tiang dibuat dari kayu jati dipelitur coklat/ sawo matang.
    • Tiang dibuat secara bersambung dengan penyambung dari logam kuning emas berbentuk Pipa.
    • Tali berjumbai kuning emas dari benang Sutera.

Arti dan Makna

  1. Tata Warna
    • Kuning : Kejayaan/ keluhuran.
    • Merah : Keberanian.
  2. Mahkota/Tiang
    • Bintang bersudut lima melambangkan Pancasila sebagai falsafah negara RI. Setiap prajurit membela dan mempertahankannya, juga diartikan sebagai lambang, simbol TNI – AD dimana terpatri lima kebulatan tekad dalam sumpah prajurit.
    • Genggaman tangan dengan sepuluh kelopak melati, melambangkan bahwa dalam pelaksanaan tugas senantiasa menggenggam landasan Pancasila yang setiap saat diamalkan menggunakan dua tangan (10 Jari).
    • Bunga melati berkelopak delapan, melambangkan bahwa dalam pelaksanaan tugas tetap berpegang delapan wajib TNI.