Kompi Penyerbu 52

Kompi Penyerbu 52 merupakan salah satu kompi tempur dibawah Yonkav 5/Serbu, dan memiliki kedudukan, tugas serta fungsi yang relatif sama dengan kompi-kompi lainnya. Kompi Penyerbu 52 memiliki tugas pokok untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas Yonkav 5/Serbu yaitu melaksanakan operasi tempur & tugas pengamanan di darat dengan menggunakan ranpur lapis baja sebagai alutsista dalam rangka menunjang tugas Kodam II/SWJ (top rok 1980). Dalam melaksanaan tugas,  Kompi Penyerbu 52 berpedoman pada kebijakan yang ditetapkan oleh Komandan Batalyon Kavaleri 5/Serbu. Demikian juga visi dan misi Kompi Penyerbu 52 adalah mewujudkan dan menunjang keberhasilan visi dan misi Yonkav 5/Serbu. Namun dalam beberapa hal untuk melaksanakan visi dan misi Yonkav 5/Serbu, Kompi Penyerbu 52 menjabarkan secara lebih teknis antara lain bahwa anggota Kompi Penyerbu 52 diharapkan senantiasa meningkatkan profesionalisme dan aktif mencari tahu, menjunjung tinggi sportivitas, mempererat semangat kekeluargaan, bertanggung jawab, melaksanakan tugas dengan baik atas dasar kepentingan satuan bukan perorangan, tidak malu berbuat baik dan santun namun malu melakukan hal-hal yang melawan norma dan hukum.

Organisasi Kompi Penyerbu 52 masih berpedoman pada top rok 1980, dengan komposisi 3 Peleton Penyerbu dan 1 Peleton Bantuan. Dengan organisasi tersebut Kompi Penyerbu 52 seharusnya memiliki alutsista berupa 1 unit tank komando, 12 unit ranpur APC, 3 unit tank angkut mortir. Namun dihadapkan pada keterbatasan alutista yang ada dan rencana validasi satuan, kendaraan tempur yang dimiliki kompi penyerbu 52 saat ini adalah 8 unit tank AMX 13/Non 75 dan 2 unit APC.

Kompi Penyerbu 52 belum pernah melaksanakan operasi secara berdiri sendiri, namun dalam beberapa kesempatan personel Kompi Penyerbu 52 ikut tergabung dalam tugas operasi di Timor-Timur, Ambon, dan NAD baik dalam satgas Yonkav 5/serbu maupun sebagai satuan BP ke satgas Yonif jajaran Kodam II/Swj. Pada tahun 2010-2011, 3 orang personel Kibu 52 tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-E/UNIFIL dan 2 orang tergabung dalam Satgas FPC TNI Konga XXVI-C2/UNIFIL yang melaksanakan operasi pemeliharaan perdamaian di Lebanon.

Secara resmi satuan setingkat Kompi bukan BS tidak memiliki lambang dan nama satuan, namun dengan pertimbangan untuk meningkatkan jiwa korsa dan kebanggaan kompi pada tahun 2006 – 2007, pejabat danki pada saat itu membuat semacam lambang Kompi Penyerbu 52 (logo) berupa tengkorak, dengan baret hitam dan pedang bersilang dengan nama Agresor. Dalam hal ini agresor bukan dimaksudkan bahwa Kompi Penyerbu 52 sebagai kompi yang melakukan agresi tetapi agresor yang dimaksudkan adalah prajurit Kompi Penyerbu 52 merupakan prajurit yang agresif dan militan dalam melaksanakan tugas. Hal ini ternyata memiliki nilai positif dalam membentuk jiwa korsa dan memacu semangat untuk melaksanakan tugas dengan baik.

Sampai dengan saat ini, secara umum tugas Kompi Penyerbu 52 dapat dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dari komandan batalyon kavaleri 5/serbu. Hal-hal yang menjadi hambatan dan kendala dapat dikoordinasikan dan dilaporkan kepada komandan batalyon ataupun perwira staf sehingga dapat diatasi sesuai dengan batas kemampuan yang ada.

Demikian sekilas profil Kompi Penyerbu 52 sang “Agresor” yang selalu agresif dan militan dalam mendukung pelaksanaan tugas Yonkav 5/Serbu, Kodam II/Swj, TNI AD dan bangsa Indonesia.